Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 April 2014
Mau Ke Planet Mars Ini Syaratnya

Hasrat manusia untuk menundukkan luar angkasa membutuhkan pengorbanan. Jika manusia akhirnya sampai ke planet Mars, salah satu planet dalam tata surya kita, maka orang bersangkutan tidak akan lagi pulang ke Bumi.
Demikian salah satu ketentuan yang disampaikan Mars One, perusahaan non-profit asal Belanda yang berharap bisa mengirim manusia ke Mars pada tahun 2023. Selain tidak lagi bisa melihat planet kelahirannya, manusia tersebut minimal berusia 18 tahun, cerdas, serta dalam kondisi fisik dan mental prima.
Direktur Medis Mars One dan juga mantan peneliti NASA Norbert Kraft mengatakan, sudah lewat zaman manusia terbang dengan pesawat supersonik. "Saat ini kami lebih perhatian pada bagaimana para astronaut bisa akrab dan bekerja sama dengan satu sama lain dalam perjalanan panjang dari Bumi ke Mars dan untuk sepanjang hidup, menyongsong tantangan di depan," ujar Kraft.
Koloni pertama manusia yang dikirim dari Bumi ke Mars diprediksi akan mendarat pada April 2023. Anggota baru dari koloni itu akan menyusul dua tahun kemudian. Ditegaskan oleh Mars One, tidak satu pun dari para pionir Mars ini yang akan kembali ke Bumi.

Untuk bisa menerbangkan manusia ke planet merah, dibutuhkan dana US$6 miliar, WOW. Mars One optimis bisa mendapat dana yang dibutuhkan, salah satunya dengan menggelar semacam reality show.
Sebagai tahap persiapan, Mars One akan lebih dulu meluncurkan satelit komunikasi dan suplai ke planet Mars pada 2016. Dua tahun kemudian, akan dikirim juga rover berukuran besar. Apa ada yang berminat?
source
Rabu, 18 Desember 2013
Keajaiban Adzan di Planet Bumi
Adzan, Suara Unik yang Tidak Pernah Berhenti Berbunyi dan Bersautan sepanjang zaman. Ketahuilah bahwa setiap saat, bilal di seluruh dunia akan mengumandangkan adzan, mengakui bahwa Allah Semata Yang Patut Disembah,dan Nabi Muhammad Adalah Rasul Allah.
Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.
Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.
Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia jumlah penduduknya sekitar 210 juta.
Tahukah anda bahwa adzan itu berkumandang sepanjang waktu, setiap detik di seluruh penjuru dunia. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan waktu dan letak geografis masing –
masing wilayah daerah atau negara. Jika demikian halnya dapat diartiakan bahwa adzan akan terus berkumandang hingga akhir waktu nanti.
masing wilayah daerah atau negara. Jika demikian halnya dapat diartiakan bahwa adzan akan terus berkumandang hingga akhir waktu nanti.
Sungguh menakjubkan seperti suaranya, dan nyata bagi umat muslim di seluruh dunia. Jika melihat pada peta dunia, kita akan menemukan bahwa Indonesia terletak di bagian Timur dari bumi. Pulau-pulau besar di Indonesia adalah Jawa, Sumatera, Kalimantan atau Borneo, dan Sulawesi atau Selebes. Segera setelah waktu fajar tiba, pada bagian Timur dari Sulawesi, sekitar jam 05.30 waktu setempat, adzan Subuh berkumandang, ribuan muadzin mengumandangkan adzan. Proses ini berlanjut sampai ke bagian barat Indonesia.
Satu setengah jam kemudian setelah adzan di Sulawesi selesai, adzan mulai di Jakarta, kemudian Sumatera dan sebelum proses suara menyenangkan itu berakhir di Indonesia, adzan mulai berkumandang di Malaysia. Kemudian di Burma sekitar 1 jam setelah Jakarta mulai adzan, kemudian berlanjut ke Dakka, ibukota Bangladesh. Setelah Bangladesh, berlanjut ke bagian barat India, dari Calcuta sampai ke Bombay dan seluruh India bergema oleh suara ‘proklamasi’ ini.
Srinagar dan Sialkot, sebuah kota di bagian utara Pakistan memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Quetta dan Karachi adalah 40 menit dan dalam periode waktu tersebut adzan Subuh terdengar di seluruh Pakistan. Sebelum selesai di Pakistan, adzan mulai di Afganistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah 1 jam. Adzan berkumandang di Hijaaz al Muqaddas yang terdapat dua kota suci Mekkah dan Madinah, kemudian Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak. Perbedaan waktu antara Bagdad dan Alexandria di Mesir adalah 1 jam.
Kemudian adzan berlanjut ke Syiria, Mesir, Somalia, dan Sudan. Perbedaan waktu antara barat dan timur Turki adalah satu setengah jam. Alexandria dan Tripoli, ibukota Libia memiliki perbedaan waktu 1 jam. Proses panggilan adzan berlanjut ke seluruh Afrika. Sehingga suara proklamasi dari Tauhid dan Risalah Nabi yang telah dimulai dari Indonesia hingga akhirnya mencapai Pantai Timur dari Samudera Atlantik memakan waktu 9 setengah jam.
Sebelum adzan Subuh mencapai Samudera Atlantik, adzan Zuhur telah dimulai di bagian timur Indonesia, dan sebelum sampai di Dacca Bangladesh, adzan Ashar telah dimulai. Setelah mencapai Jakarta dalam waktu satu setengah jam kemudian waktu maghrib sampai di Sulawesi. Saat muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Subuh, muadzin di Afrika mengumandangkan adzan Isya.
Jika kita mempertimbangkan fenomena ini secara keseluruhan, kita dapat menyimpulkan suatu fakta yang menakjubkan, yaitu tidak ada sedetikpun waktu terlewat di dunia ini tanpa suara adzan dari muadzin di muka Bumi ini. Bahkan saat Anda membaca posting ini sekarang, yakinlah bahwa sedikitnya ada ribuan orang yang sedang mengumandangkan dan mendengarkan adzan. Adzan itu terus berkumandang di muka Bumi dan langit ini selama-lamanya dan tiada henti-hentinya sedikitpun bersahut-sahutan selama 24 jam dalam sehari selama seminggu penuh, selama sebulan, sepanjang tahun, sampai hari akhir nanti Insya Allah.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)