Tampilkan postingan dengan label penyebab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyebab. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 November 2013
Salah Satu Bakteri Mulut Penyebab Sakit Jantung
Ada banyak bakteri yang hidup di mulut kita, salah satunya adalah Streptococcus gordonii. Sebuah riset terbaru menemukan bahwa, bakteri Streptococcus gordonii yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan pembekuan darah dan memicu endokarditis (peradangan pada lapisan dalam jantung).
Demikian hasil riset yang dipresentasikan para ilmuwan dari Royal College of Surgeons dalam Society for General Microbiology Spring Conference, Dublin Irlandia pekan ini.
Streptococcus gordonii merupakan jenis bakteri yang ada di dalam mulut dan memiliki kontribusi dalam pembentukan plak pada permukaan gigi. Jika bakteri itu masuk ke dalam aliran darah melalui gusi yang berdarah, mereka akan mendatangkan malapetaka dengan menyamar sebagai protein manusia.
Peneliti dari Royal College of Surgeons, Irlandia (RCSI) dan University of Bristol telah menemukan bahwa S. gordonii mampu menghasilkan molekul yang meniru fibrinogen protein manusia, dan menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Penggumpalan trombosit dapat menyebabkan endokarditis atau peradangan pembuluh darah yang dapat menghentikan suplai darah ke jantung dan otak.
Dr Helen Petersen, mengatakan, dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara bakteri dan risiko pembekuan darah, hal ini bisa membantu khususnya dalam melakukan pengobatan endokarditis infektif. Endokarditis infektif adalah infeksi pada katup-katup jantung, yang biasanya disebabkan oleh bakteri.
Sekitar 30 persen orang dengan endokarditis infektif akan mati dan sebagian besar memerlukan operasi penggantian katup jantung yang telah terinfeksi, dengan katup yang terbuat dari logam atau hewan," kata Dr Petersen.
Tim kami kini telah mengidentifikasi komponen-komponen dari molekul S. gordonii yang meniru fibrinogen, sehingga kita semakin dekat untuk dapat merancang senyawa baru untuk menghambatnya. Hal ini akan mencegah stimulasi pembekuan darah yang tidak diinginkan," sambung Dr Steve Kerrigan dari RCSI.
Selain itu, peneliti secara lebih luas juga turut mengamati bakteri lain pada plak gigi yang mungkin memiliki efek mirip dengan S. Gordonii. "Kami juga mencoba mempelajari sifat bakteri lain yang memiliki hubungan dengan S. gordonii. Temuan kami jelas menunjukkan betapa pentingnya untuk menjaga mulut kebersihan dan kesehatan gigi dengan menyikat gigi secara teratur," tegas Dr Petersen.
source : kompas.com -
Sabtu, 23 November 2013
Oral Sex Penyebab Kanker
Meningkatnya kasus kanker oropharyngeal dalam dua dekade terakhir, ternyata dipengaruhi oleh perubahan perilaku seksual masyarakat, khususnya perilaku seks oral.
Pernyataan itu muncul dalam konferensi yang diadakan American Association for Cancer Research, yang membahas tentang penularan virus human papilloma (HPV) dalam kasus kanker leher dan kepala. Infeksi HPV menyebabkan jumlah kejadian kanker oropharyngeal, yang meliputi tumor di tenggorokan, tonsil, dan permukaan lidah, naik sangat drastis. Padahal, studi tumor jaringan oropharyngeal pada 20 tahun lalu hanya menunjukkan infeksi HPV sebesar 20 persen.
"Ini adalah tren yang nyata. Karena itu, fakta bahwa angka kejadian kanker orophrayngeal meningkat seharusnya menjadi perhatian," kata Scott Lippman, MD dari University of Texas MD Anderson Cancer Center. Kalau dulu merokok dan alkohol dituding sebagai biang utama penyebab kanker mulut, kini penyebab terbanyak beralih pada infeksi HPV. American Cancer Society menyatakan bahwa berdasarkan diagnosis, lebih dari separuh kasus kanker oropharyngeal disebabkan virus HPV.
"Perubahan perilaku seksual dalam 20 tahun terakhir, khususnya oral seks, ikut meningkatkan kejadian kanker," kata Chief Medical Officer ACS Otis Brawley. Bukti juga menunjukkan, infeksi HPV secara oral juga meningkatkan faktor risiko kanker esophagus (kerongkongan), lanjut Brawley. Berdasarkan hal itu, menurut Lippman, kini sasaran dokter untuk menyebarkan informasi tentang kanker oropharyngeal bukan lagi orangtua dan perokok, melainkan orang muda, karyawan, juga para remaja yang belum memahami seks yang sehat. Para ahli juga sepakat bahwa oral seks bukanlah seks yang aman!
Baca juga Fenomena Petir Pencabut Nyawa
Sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/08/oral-seks-penyebab-kanker.html
Langganan:
Postingan (Atom)